PENGEMBALIAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK USIA DINI KORBAN TINDAK PIDANA (PELECEHAN SEKSUAL) DENGAN METODE STORYTELLING

Authors

  • Ramli Ramli Sekolah Tingi Agama Islam Al Mujtama Pamekasan Author
  • Desi Ismawati Sekolah Tingi Agama Islam Al Mujtama Pamekasan Translator
  • Mohammad Mahmudi Sekolah Tingi Agama Islam Al Mujtama Pamekasan Translator

DOI:

https://doi.org/10.62525/sdpp2s87

Keywords:

Pelecehan Seksual Anak, Psikotrapi Anak, Storyytelling

Abstract

Pada anak-anak usia dini, pelecehan seksual memiliki konsekuensi jangka panjang yang merusak terhadap perkembangan fisik dan psikologis mereka. Kepercayaan diri anak, yang sering dirusak oleh pelecehan, sangat penting dalam konteks ini. Untuk menangani kasus pelecehan seksual, berbagai sektor masyarakat harus berkolaborasi, dengan fokus pada pemulihan psikologis anak. Metode cerita bercerita telah muncul sebagai pendekatan baru dalam psikoterapi anak. Namun, masih ada sedikit penelitian tentang bagaimana metode ini mempengaruhi pemulihan kepercayaan diri anak korban pelecehan. Oleh karena itu, penelitian mendalam tentang cara cerita membantu meningkatkan kepercayaan diri anak sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang luas tentang karakteristik pelecehan seksual terhadap anak serta penerapan hukum terhadap kasus tersebut dengan menggabungkan metode penelitian pendidikan dan hukum. Hasil studi ini diharapkan dapat menghasilkan peningkatan positif dalam pengetahuan kita tentang cara terbaik untuk mendukung anak-anak yang mengalami trauma pelecehan seksual pada tahap kehidupan yang sangat penting ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aziz, S. (2015). Pendidikan seks nusantara: Konsep nilai-nilai edukasi seks berbasis kearifan lokal dalam serat Nitimani. Kalimedia.

Bahder Johan Nasution. (2008). Metode Penelitian Ilmu Hukum. Mandar Maju.

Gunayasa, I. B. K., & Tahir, M. (2021). Pengaruh Metode Story Telling Terhadap Kemampuan Berbicara Peserta Didik Gugus III Jonggat Tahun Pelajaran 2020/202. Jurnal Pendidikan Dasar, 1.

Moleong, L. J. (1989). Metodologi penelitian kualitatif. Remadja Karya.

More, E. S. (2022). The Transformation of American Sex Education: Mary Calderone and the Fight for Sexual Health. NYU Press.

Rachmad, A., Amdani, Y., & Ulya, Z. (2021). KONTRADIKSI PENGATURAN HUKUMAN PELAKU PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI ACEH. Jurnal Hukum dan Peradilan, 10(2), 315. https://doi.org/10.25216/jhp.10.2.2021.315-336

Samsul Bahri & Mansari. (2021). MODEL PENGAWASAN ANAK DALAM UPAYA PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PESANTREN. Legalite : Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam, 6(2), 108–109. https://doi.org/10.32505/legalite.v6i2.3518

Sari, R., Nulhaqim, S. A., & Irfan, M. (2015). PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.24198/jppm.v2i1.13230

Simbolon, D. F. (2018). KURANGNYA PENDIDIKAN REPRODUKSI DINI MENJADI FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PELECEHAN SEKSUAL ANTAR ANAK. Soumatera Law Review, 1(1), 43. https://doi.org/10.22216/soumlaw.v1i1.3310

Soekanto, S. (2012). , Pengantar Penelitian Hukum. Ui-Press.

Suryandi, D., Hutabarat, N., & Pamungkas, H. (2020). PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK. Jurnal Darma Agung, 28(1), 84. https://doi.org/10.46930/ojsuda.v28i1.464

Wahyuni, H. (2016). FAKTOR RESIKO GANGGUAN STRESS PASCA TRAUMA PADA ANAK KORBAN PELECEHAN SEKSUAL. 1.

Yolanda, W., & Muhid, A. (2022). EFEKTIVITAS METODE BELAJAR STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN SOSIO-EMOSIONAL ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19: LITERATURE REVIEW. 6(1).

YUSUF HANAFI PASARIBU. (2023). REKONSTRUKSI REGULASI PENEGAKAN HUKUM PIDANA BAGI PELAKU KEKERASAN TERHADAP ANAK YANG BERBASIS NILAI KEADILAN. Universitas Sultan Agung.

Downloads

Published

2026-04-08

Issue

Section

Articles

How to Cite

PENGEMBALIAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK USIA DINI KORBAN TINDAK PIDANA (PELECEHAN SEKSUAL) DENGAN METODE STORYTELLING. (2026). Idealita, 4(1), 14-29. https://doi.org/10.62525/sdpp2s87